Welcome to our online store

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Etiam id libero non erat fermentum varius eget at elit. Suspendisse vel mattis diam. Ut sed dui in lectus hendrerit interdum nec ac neque. Praesent a metus eget augue lacinia accumsan ullamcorper sit amet tellus. Duis cursus egestas hendrerit. Fusce luctus risus id elit malesuada ac sagittis magna tempus. Sed egestas fringilla turpis at ullamcorper. Pellentesque adipiscing ornare cursus.
New Products
Tampilkan posting dengan label MY WORD. Tampilkan semua posting
Tampilkan posting dengan label MY WORD. Tampilkan semua posting

Minggu, 29 Desember 2013

Optimism

Optimism
optimistic

Optimistic like a fire inside cave. It can be lighter anyone and anyelse. the fire need torch for its exist. Like someone enter the cave he should fell his eyes blind but isnot then he found a torch to see around.
what is the optimism?
according to wikipedia,Optimism is a mental attitude or world view that interprets situations and events as being best (optimized), meaning that in some way for factors that may not be fully comprehended, the present moment is in an optimum state. (Wikipedia)
I will give you explanation why we should be optimism
  1. optimism more than good mental attitude but it is a power to do daily activity. Like a fire burning the wood, optimism can empowering your lifetime.
  2. Be optimist make us able to improve our self. we can learn anything from anyone because we have thought that everything is impossible to learn and also surely you can do it.
  3. You need optimist every time. Optimist is also can growth your productivity because you throw all of negative feel. so you’ll more than happy and your productivity will growth.
its about your choice. you will be optimist or pesimism . thats yours the best choice.
wrote by Intelektual Muda
Asep Ridwan Lubis
Add to Cart View detail

Semesta Mendukung (Mestakung)

Semesta Mendukung (Mestakung)
Semesta Mendukung (Mestakung)
Semesta Mendukung

 
Prof. Yohannes Surya, Ph.D
Mestakung
Mestakung = seMESTA menduKUNG merupakan hukum alam dimana ketika suatu individu atau kelompok berada pada kondisi kritis maka semesta (dalam hal ini sel-sel tubuh, lingkungan dan segala sesuatu disekitar dia) akan mendukung untuk dia keluar dari kondisi kritis.
Kondisi Kritis awal dari Mestakung
Untuk pertamakalinya dalam sejarah, Indonesia menjadi juara dunia Olimpiade Fisika Internasional tahun 2006. Mau tahu rahasianya?
  Apa yang terjadi ketika kita menuangkan pasir sedikit demi sedikit ke atas lantai? Ya betul, pasir akan membentuk suatu bukit pasir kecil. jika kita terus menuangkan pasir, bukit pasir ini makin lama makin besar dan makin tinggi. Ketika bukit pasir mencapai suatu ketinggian tertentu yang kita sebut ketinggian kritis terjadilah suatu keanehan. Pada ketinggian kritis ketika kita menjatuhkan beberapa butir‐butir pasir, butir‐butir pasir ini mengatur dirinya. mempertahankan agar kemiringan bukit pasir tetap sama.  Aneh bukan? sepertinya pasir‐pasir ini punya otak dan mampu bekerjasama untuk menghitung sehingga kemiringan bukit pasir tidak berubah. 
Peristiwa pengaturan diri seperti yang terjadi pada pembentukan bukit pasir ini merupakansatu diantara ribuan bahkan jutaan peristiwa yang terjadi di alam ini. Peristiwa‐peristiwa ini  terjadi ketika suatu sistem berada pada kondisi kritis. Pada kondisi kritis, tiap individu berinteraksi dengan individu‐individu lain. Kemudian individu‐ndividu ini secara bersama‐sama mengatur dirinya (self organizing) sehingga mem‐brojol‐lah (emerge) sesuatu keadaan yang baru, yang berbeda daribiasanya. Dalam fisika, proses pengaturan diri pada kondisi kritis dikenal sebagai fenomena kritis (critical phenomena).
Apa yang terjadi ketika air dipanaskan pada tekanan sekitar 218 kali tekanan udara normal? Pada kondisi ini  ketika suhu air mencapai  3740C, terjadi keanehan. Air berada pada kondisi kritis, yaitu air berada dalam dua wujud cair dan gas secara bersamaan.  Pada kondisi kritis ini  ketika suhu air diturunkan sedikit saja, terjadilah pengaturan diri dalam molekul air.  Seluruh molekul air (tidak hanya satu, tetapi semua molekul)  mengatur dirinya secara serentak mengubah wujud air menjadi cair, mereka tidak lagi berada pada kondisi kritis..
Di sini kita lihat molekul‐molekul air bekerja bersama‐sama mengubah air menjadi wujud cair. Jika hanya satu molekul saja yang bekerja, peristiwa perubahan wujud ini tidak akan terjadi. Kondisi kritis telah mendorong semua molekul untuk mengatur dirinya lalu mengubah air menjadi uap air. Saya namakan proses pengaturan diri secara bersama‐sama ini dengan istilah MESTAKUNG, yang merupakan singkatan dari seMESTA menduKUNG. Disini  kita bayangkan semesta (dalam hal ini seluruh molekul air dan lingkungannya) bekerja bersama‐sama pada kondisi kritis menghasilkan suatu perubahan yang tidak terduga.
Apa yang terjadi dengan angsa‐angsa yang hidup daerah 4 musim ketika musim dingin tiba?.Angsa‐angsa ini merasa berada pada kondisi kritis. Jika mereka diam ditempat mereka akan mati, kalaupun mereka harus terbang mereka juga akan mati karena tidak mungkin mereka terbang ribuan kilometer. Disini terjadilah Mestakung terjadi, angsa‐angsa ini terbang dalam bentuk huruf “V” yang sangat menghemat energi. Tidak ada yang merasa paling pintar, semua bekerja sama untuk mempertahankan posisi “V” yang paling ideal ini.
Dalam bukunya Critical Mass: How One Thing Leads to Another, Phillip Ball mengatakan bahwa  hal yang unik dari suatu pertunjukan musik.. Ketika pengunjung merasa puas dengan pertunjukan itu, mereka memberikan applause. Tiap orang terdorong untuk bertepuk tangan (kondisi kritis yaitu ingin memberikan penghargaan, mendorong mereka melakukan ini), namun anehnya tepuk tangan mereka bisa terjadi secara serentak dan berirama. Tidak ada paksaan namun bisa menghasilkan irama yang baik. 
Ketika Gultom dikejar anjing, Gultom keringatan. Gultom berada pada kondisi kritis. Dan keanehan terjadi, secara seretak sel‐sel tubuh mengatur dirinya (bermestakung) menghasilkan energi ekstra yang mengakibatkan Gultom dapat melompati pagar setinggi 1,5 meter. Padahal dalam kondisi biasa belum tentu Gultom bisa melompat demikian tingginya.
Alamsyah tidak pandai menyanyi. Ia sangat malu setiap kali disuruh menyanyi di kelas. Tetapi suatu saat kepala sekolah memanggil Alamsyah untuk mengikuti lomba menyanyi. Alamsyah ketakutam, keringat dingin mulai keluar. Kondisi kritis. Terjadilah mestakung. Dari dalam diri Alamsyah ada dorongan untuk dia belajar nyanyi. Lingkungan (semesta) mendukung. Orang tuanya mencarikan ia guru les yang bagus. Guru‐gurunya mendukung, semua memberi dukungan buat Alamsyah. Akhirnya, mau tahu apa hasilnya? Alamsyah keluar sebagai juara menyanyi tingkat propinsi Aceh. Luar biasa….  Joni seorang kepala cabang suatu bank  ditargetkan mendapatkan dana segar dari masyarakat sebanyak 30 miliar setahun. Kalau gagal ia bisa dipecat. Joni berada dalam kondisi kritis. Terjadi mestakung dalam diri Joni dan lingkungan. Joni setiap hari menelfon banyak sekali nasabah danorang‐orang dikenalnya. Mereka yang sebelumnya tidak mau memindahkan depositonya menjadi tergerak memindahkan depositonya ke bank dimana Joni bekerja. Teman‐teman yang semula acuh, kini ikut‐ikutan sibuk dan membantu tanpa paksaan. Akhirnya diakhir tahun target 30 miliar ini bisa tercapai.
Dalam pelatihan TOFI (Tim Olimpiade Fisika Indonesia),  menjelang keberangkatan ke Singapura untuk mengikuti kejuaraan dunia Fisika, pikiran para peserta training senantiasa kami tempatkan pada kondisi kritis untuk membuat pilihan. Kami sering katakan bahwa mereka ini saat ini berada  titik point of no return. Hanya satu hal yang mereka harus lakukan yaitu belajar keras dan kejar medali emas. Kalau mereka berhasil, masa depan mereka akan penuh harapan, tapi kalau gagal, usaha mereka selama ini akan sia‐sia. Dorongan ini sangat memacu mereka untuk belajar dan belajar. Juga kami ingatkan bahwa untuk jadi juara di Singapura adalah suatu kebanggaan luar biasa. Ini adalah olimpiade terbesar sepanjang sejarah.  Ini juga menjadi pendorong mereka untuk berusaha keras.Ketika mereka sudah berada pada kondisi kritis, mereka belajar tanpa paksaan, dan ajaibnya lingkungan mendukung. Terjadi mestakung. Andika peraih emas tahun 2005 secara full‐timemembantu mentraining siswa‐siswa kita. Dukungan juga mengalir dari berbagai pihak untukmembantu terselenggaranya program training ini. Seorang motivator datang untuk ikut memotivasi tim kita dan banyak lagi. Mestakung benar‐benar terlihat. Dan akhirnya tim Indonesia meraih 4 medaliemas dan 1 perak sekaligus merebut gelar The absolute winner, menjadi juara dunia.    Nah sekarang  bagaimana kalau kita mau sukses? Betul… tempatkan diri kita pada kondisi kritis yaitu dengan membuat sasaran setinggi mungkin dan bertindak sedini mungkin untuk mencapai sasaran itu.  Nanti mestakung akan terjadi dalam diri kita dan  lingkungan sekeliling kita membuat kita mampu mencapai sasaran yang tinggi itu.
Ada 3 hukum Mestakung yaitu:
1. Dalam setiap kondisi KRItis ada jalan keluar
2. Ketika seorang meLANGkah, ia akan melihat jalan keluar
3. Ketika seorang teKUN melangkah, ia akan mengalami mestakung
Ketiga hukum ini saya singkat dengan KRILANGKUN (KRItis, LANGkah, teKUN).
Krilangkun+
Bagaimana caranya agar Mestakung dapat bekerja untuk kita. Ada beberapa tahapan yang kita harus lewati. Tahapan ini saya namakan 3 hukum mestakung yang terdiri dari hukum Kritis, hukum Langkah dan hukum Tekun. Ketiga hukum ini saya namakan KRILANGKUNKrilangkun adalah singkatan dari KRItis, LANGkah dan TeKUN.
  Siapa pun kita dan apa pun jabatan kita: pengusaha, guru, pedagang, pilot, dokter, sekretaris, karyawan, direktur, pejabat, hakim, bahkan supir dapat berubah dari biasa menjadi luar biasa dari good menjadigreat dengan Krilangkun ini.
KRILANGKUN 1: Hukum Kritis
“Pada setiap kondisi kritis ada jalan keluar“
Menurut hukum ini disetiap kondisi kritis ada jalan keluar. Ini mengingatkan kita untuk tidak kuatir ketika kita berada pada kondisi kritis. Malah kita harus bersyukur dengan kondisi kritis itu, karena kita tahu bahwa ada jalan keluar dari kondisi kritis ini. Bahkan kalau kita mau lebih sukses lagi kita harus menempatkan diri pada kondisi kritis, kita harus keluar dari zona kenyamanan kita. Menempatkan diri pada kondisi kritis dapat dilakukan dengan bermimpi sesuatu yang besar. Ciptakan kondisi kalau Anda tidak mendapatkan hal yang anda impikan itu anda akan malu besar (misalnya dengan menceritakan impian ini ke banyak orang). Disini Anda harus benar-benar merasa kritis.
Contoh: Muhammad Ali di tahun 1964 ketika hendak melawan Sonny Liston, ia menempatkan diri pada kondisi kritis. Ia mengetuk-ngetuk pintu rumah tetangganya dan berteriak-teriak bahwa ia akan mengalahkan Sonny Liston. Ia berada pada kondisi kritis. Kondisi kritis ini memaksa ia untuk terus melangkah dan tekun (hukum kedua dan ketiga), akhirnya mestakung terjadi, sonny Liston waktu latihan cedera, sehingga ketika bertanding tidak bisa maksimal. Ia menyerah secara tiba-tiba pada ronde ketujuh.
Anda bisa menetapkan suatu tujuan yang tajam dan jelas, misalnya ingin menjadi juara dunia 3 tahun dari sekarang, ingin jadi ahli bedah nomor satu 10 tahun dari sekarang, ingin jadi guru yang terbaik dalam mengajar, ataupun ingin jadi pimpinan daerah (Camat, Bupati, Gubernur bahkan Presiden) 15 tahun dari sekarang, atau anda ingin jadi bisnismen hebat dalam 5 tahun mendatang, arsitek yang luarbiasa dalam 10 tahun mendatang, ahli komputer yang sangat hebat dalam 10 tahun mendatang, pemain sepakbola sekaliber Pele dalam 6 tahun mendatang dan sebagainya.
Atau sebagai direktur perusahaan, anda ingin penghasilan perusahaan naik 4 kali lipat dalam waktu dua tahun. Ataupun anda ingin lepas dari Narkoba dalam 1 tahun mendatang. Atau seorang ingin sembuh dari penyakitnya yang sudah bertahun-tahun.
Kondisi kritis ini menyebabkan semesta bereaksi. Kondisi kritis ini akan menjadi semacam Lorentz Attractor (istilah dalam teori Chaos) yang akan menarik segala sesuatu disekeliling kita untuk mendukung kita keluar dari kondisi kritis ini. Semesta akan mengatur diri membantu agar kondisi kritis ini terlewati. Apa yang menjadi keinginan kita akan terwujud.
Pada waktu berkunjung ke Halmahera Utara untuk memberikan orasi ilmiah di sebuah politeknik di sana, saya bertemu dengan Bupati Halmahera Utara, Hein Namotemo. Usai memberikan ceramah tentang Mestakung, Pak Hein langsung menangkap ide ini dan langsung menentukan sasaran: Halmahera Utara Go International tahun 2010! Pak Hein menempatkan diri pada kondisi kritis. Saat itulah mestakung terjadi. Semua jajaran staf Bupati siap mendukung. Pak Timisela, Kepala Dinas Pendidikan, segera membuat strategi bagaimana menyambut Halut 2010 ini. Untuk menggenjot prestasi, Pak Timisela menetapkan minimal nilai UAN untuk anak-anak di Halut adalah 7,5. Wow… suatu langkah berani! Suatu penempatan diri pada kondisi kritis. Inilah yang kita harus lakukan kalau ingin melihat mestakung bekerja melakukan perubahan-perubahan.
Saya pernah membaca satu artikel bahwa Menko Kesra menetapkan nilai rata-rata minimal untuk tiga mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia dinaikan dari 4,25 menjadi 5.00. Ini suatu kondisi kritis. Kita akan melihat bagaimana mestakung terjadi di sekolah-sekolah. Tiap sekolah akan berusaha mencapai nilai ini. Jika kebijakan ini dipertahankan terus dan dilaksanakan secara konsisten maka kondisi kritis ini akan terlewati. Setelah ini terlewati, kita bisa menciptakan kondisi kritis lainnya.
Pada saat saya memberikan seminar mestakung dalam Olimpiade Sains antar pesantren-pesantren di seluruh Indonesia, ada seorang peserta berkata, “Pak, saya ingin jadi Menteri Kesehatan… Saya akan berjuang untuk mencapai itu.” Wooow sungguh luar biasa.
Pada seminar lainnya di Universitas Indonesia, beberapa orang mengungkapkan target-target pribadi untuk menjadi menteri, anggota DPR, bahkan ada yang mempunyai target jadi presiden. Luar biasa…. Kalau saja orang-orang Indonesia mempunyai target-target yang tinggi dan berusaha keras untuk mencapai itu, maka dalam 10 tahun mendatang, Indonesia akan menjadi negara yang luar biasa.
„Ciptakanlah kondisi-kondisi kritis maka Anda akan melihat bagaimana mestakung (alam semesta mendukung) membantu Anda melewati kondisi-kondisi kritis ini“
KRILANGKUN 2: LANGKAH
“Ketika Seorang melangkah, ia akan melihat jalan keluar”
Ketika Anda sudah berada pada kondisi kritis. Anda harus melangkah. Kalau Anda tidak melangkah Anda akan binasa oleh kondisi kritis itu. Seorang yang dikejar anjing galak (berada pada kondisi kritis) akan binasa jika ia tidak melangkah (lari). Mestakung tidak akan bekerja jika ia diam saja. Ketika kita melangkah itu, kita melihat jalan keluar terbuka.
  Melangkahlah walaupun langkah itu kecil. Untuk mendaki gunung tinggi kita perlu melangkah walaupun kecil. Melangkah bisa dilakukan dengan membuat strategi, mensharingkan ide pada sebanyak mungkin orang, bergerak menuju sasaran ataupun mengajak teman untuk bersama-sama melewati kondisi kritis ini.
Mao Ze Dong di tahun 1934 menetapkan sasaran untuk melakukan long march sepanjang 9000 km dengan puluhan ribu anak buahnya. Beliau melangkah dan melangkah. Melintasi gunung, lembah, meniti jalan setapak dengan menggunakan obor di waktu malam. Serangan tentara musuh, penyakit, hujan, badai pasir, badai angin, dan berbagai rintangan harus dihadapi. Namun, dengan tekad teguh, akhirnya setelah setahun sekitar 8000 orang tiba dengan selamat di akhir perjalanan yang sangat fantastis dan tampak tidak mungkin ini.
Tahun 1984 saat saya masih mahasiswa jurusan Fisika di FMIPA UI, saya merasa terpanggil untuk mengembangkan pendidikan fisika yang asyik, mudah, dan menyenangkan di Indonesia. Namun, saya merasa ilmu yang saya peroleh dari S1 ini sangat kurang. Saya berkeinginan untuk melanjutkan studi ke luar negeri. Sayang, waktu itu saya tidak ada biaya sama sekali. Orang tua saya tidak akan mampu membiayai saya. Ketika baru di tingkat I dan tingkat II saja, saya hampir keluar dari UI jika tidak mendapat beasiswa supersemar, karena kami tidak mampu membayar uang kuliah.
Tekad ke luar negeri ini begitu kuat. Saya harus melangkah. Kemudian saya memberi les privat. Uang les privat ini saya kumpulkan sedikit demi sedikit untuk membuat…. passport. Ya, passport. Banyak orang menganggap saya aneh, Ke luar negeri belum ada kepastiannya, kok sudah membuat passport?“ Teapi itulah…. kita harus berani melangkah. Ternyata tahun berikutnya, mestakung terjadi. Fisikawan Amerika Serikat datang ke Indonesia untuk meng-interview mahasiswa-mahasiswa Indonesia dan salah satu mahasiswa Indonesia yang lulus interview adalah saya. Saya pun mendapat beasiswa di Department of Physics The College of William and Mary Virginia.
Rudy, mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Amerika Serikat mempunyai resep sukses yang unik. Dia tidak pernah menunda pekerjaan. Ketika dia mendapat tugas dari dosennya selama seminggu atau sebulan, dia menyelesaikan tugas itu di hari pertama. Ini berbeda sekali dengan kebiasaan anak-anak muda yang sering menyelesaikan pekerjaan di menit-menit terakhir (the last minutes). Menurut Rudy, kalau dia bisa menyelesaikan tugas lebih awal, dia mempunyai waktu lebih untuk berpikir lebih banyak. Hidup menjadi berkurang stresnya. Kebiasaan ini dilakukan Rudy hingga dia bekerja. Dan hasilnya, Rudy selalu mendapat pujian dari atasannya atas segala pekerjaan yang begitu rapi. Sekarang dia sukses sebagai pengusaha. Kesuksesan Rudy didapatkan karena ia selalu menciptakan kondisi kritis, melangkah dan tidak pernah menunda-nunda.
Tahun 2005 DKI menjadi tuan rumah Olimpiade Sains Nasional (OSN). Dikmenti (Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi) dan Dikdas (Dinas Pendidikan dasar) provinsi DKI Jakarta menargetkan menjadi juara OSN 2005 ini. Mereka melangkah! Mereka menyeleksi anak-anak berbakat. Men-training-nya secara intensif, mulai Januari hingga September 2005. Mestakung terjadi! Semua bekerja bersama-sama untuk satu tujuan. Setiap saat, Kepala Dinas Pendidikan SMA, Bp. H. Margani dan Kepala Dinas Pendidikan SD/SLTP, Ibu Dr. Sylviana Murni memeriksa kemajuan dari training intensif ini. Hasilnya, dibandingkan tahun 2004 DKI hanya menduduki peringkat 4 dengan 5 medali emas, menjadi peringkat 1 di tahun 2005 dengan 33 medali emas. Fantastis! Jonathan Mailoa, sang absolute winner Olimpiade Fisika Internasional dan Pangus, sang The Best Experiment Olimpiade Fisika Asia juga merupakan hasil dari pembinaan intensif ini.
Dinas Pendidikan Papua, Bp. James Modouw senantiasa mendengungkan Papua tidak boleh kalah dengan daerah lain. Papua harus bisa juara di tingkat internasional. Semua ini ditargetkan sejak tahun 2003. Walaupun penuh tantangan di awal, namun Bp. James Modouw maju dan maju terus. Mestakung terjadi! Anak-anak cerdas Papua bermunculan. Hasilnya, Septinus George Saa menjadi juara The First Step to Nobel Prize in Physics 2004, Anike Bowaire menjadi juara The First Step to Nobel Prize in Physics 2005, dan Surya Bonay menjadi juara The First Step to Nobel Prize in Chemistry 2006. Salah satu siswa berbakatnya, Andrey Awoitauw, berhasil meraih medali emas matematika OSN, mengalahkan juara dunia matematika, Ivan Kristanto, dari Jakarta. Luar biasa kalau kita mau melangkah!!!
Dinas Pendidikan Jawa Tengah menargetkan tahun 2006 menjadi juara OSN. Segala persiapan dilakukan, mereka belajar dari DKI. Mestakung terjadi. Guru, siswa, pejabat-pejabat di dinas pendidikan termotivasi untuk mencapai target ini. Mereka bekerja keras luar biasa. Hasilnya, Jawa Tengah berhasil menjadi juara OSN 2006 dengan 19 medali emas. Padahal tahun 2005 mereka hanya peringkat 4. Luar biasa!!!
« Ketika kita melangkah, jalan keluar terbuka, semesta (diri kita, lingkungan baik yang dekat maupun yang jauh) bersiap mengatur diri untuk membantu kita keluar dari kondisi kritis»
KRILANGKUN 3: Tekun
« Ketika seorang tekun melangkah ia akan mengalami mestakung »
Ketika kita melangkah, di tengah jalan kita akan melihat ombak dan merasakan terpaan angin. Jangan takut. Kita harus terus melangkah dengan tekun. Ketika kita tekun melangkah itulah Mestakung akan bekerja habis-habisan untuk kita. Ketekunan dan konsistensi kita dalam melangkah akan merangsang mestakung sehingga apa pun yang menjadi tujuan kita, akan kita peroleh. Tekun dan maju terus sampai garis finish, jangan berhenti atau menyerah di tengah jalan. Kita harus melupakan apa yang dibelakang kita yang menghambat kita, dan menujukan pikiran dan langkah kita pada apa yang ada di depan kita. Maju dan maju terus.
Pada pertandingan piala Eropa 1999 antara Bayern Munich dan Manchester United terjadi peristiwa dramatis yang luar biasa. Selama 90 menit pertandingan berlangsung, skor saat itu adalah 1-0 untuk Bayern Munich. Namun, pemain-pemain MU terus menekan. Akhirnya, pada waktu tambahan (injury time), pemain MU, Sherringham dan Solksjaer, secara spektakular mencetak masing-masing satu gol dalam waktu hanya 2 menit 58 detik, membalikkan skor menjadi 2-1 untuk kemenangan MU. Setelah itu, 35 detik kemudian wasit meniup panjang tanda pertandingan usai. Para suporter dan para pemain BM tertunduk lesu. Kemenangan yang sudah di tangan lenyap begitu saja dalam waktu 3 menit. Sebaliknya, para suporter dan pemain MU terlihat begitu meluap-luap kegembiraannya. Mereka telah menggunakan waktu sebaik-baiknya, tetap tekun berjuang keras sampai akhir pertandingan.
Wahid Supriadi, Konsul Jenderal Indonesia di Melbourne, bercerita waktu kami berkunjung ke Melbourne. Wahid merencanakan diadakannya Festival Indonesia di Melbourne 14-17 September 2006. Menurut Wahid, kantor tidak bisa membiayai karena KJRI tidak lagi mendapat dana promosi dari pusat. Mereka harus memutar otak untuk mencari dana hampir Rp. 670 juta bagi penyelenggaraan Festival ini. Wahid tidak gentar. KJRI mendirikan Lembaga Independen Festival Indonesi Inc. dengan modal nol!
Mereka mengirim surat ke ratusan perusahaan/institusi potensial baik di Australia maupun di Indonesia. Surat juga disebar ke seluruh Pemda, baik Indonesia maupun Australia, yang meminta dukungan agar Pemda dapat hadir dan membawa para pengusaha. Namun, responnya sangat menyedihkan. Apakah Wahid menyerah? Tidak! Wahid merasa bahwa dia sudah sampai pada titik point of no return. Dalam kondisi kritis seperti inilah terjadi mestakung. Wahid membangkitkan semangat para penyelenggara, menyusun strategi, menghubungi semua kontak baik individu maupun lembaga-lembaga swasta dan pemerintah yang masuk dalam mailing list KJRI, dan menjual program-program FI.
Tahu apa yang terjadi? Terjadilah Mestakung di mana-mana. Mahasiswa-mahasiswa dan masyarakat Indonesia di Australia menyingsingkan lengan bajunya. Mereka bekerja bersama-sama, mengatur acara, mencari dana, mengundang orang-orang terkenal dari Indonesia untuk acara seminar, mengundang para penari untuk menunjukkan budaya Indonesia, dan sebagainya. Beberapa Pemda mulai menunjukkan komitmennya, para sponsor pelan-pelan mulai menghubungi panitia, dan juga kalangan pengusaha mulai mendaftarkan diri untuk ikut konferensi walaupun harus membayar. Bahkan dalam minggu-minggu terakhir beberapa sponsor utama datang dan menyatakan komitmennya untuk membantu festival tersebut.
Ribuan orang datang ke Federal Court di Melbourne untuk menyaksikan Festival yang luar biasa ini. Selama dua hari festival budaya, makanan, dan perdagangan dihadiri sekitar 67 ribu orang, sementarabusiness conference dihadiri sekitar 150 pengusaha, pejabat Pemda baik dari Indonesia maupun Australia. Luar biasa! Selesai acara, pemerintah kota Melbourne memberikan pujian dan meminta agar acara ini dapat diselenggarakan secara rutin setiap tahun di Melbourne. Pemerintah Melbourne bahkan berjanji akan mendukung termasuk pendanaannya. Luar biasa! Suatu karya yang indah terjadi kalau kita tekun mengerjakan apa yang sudah ditargetkan.
Yang terakhir “the last but not the least” dalam melangkah dan tekun berjuang, yang harus juga diperhatikan adalah faktor spiritual (saya namakan ini factor plus, +). Spiritual atau iman yang kuat akan memberi kekuatan ekstra ketika kita berada pada kondisi kritis. Kepercayaan bahwa Tuhan Yang Maha Kuasa akan membuat kita tekun melangkah hingga ke garis akhir kemenangan.
“Doa merupakan kekuatan untuk tetap tekun sehingga mestakung dapat bekerja”
Apapun kondis kritis yang Anda ciptakan, percayalah Tuhan Yang Maha Kuasa telah menciptakan mestakung untuk membantu Anda keluar dari kondisi kritis itu. Anda akan keluar sebagai pemenang.
Prof Yohanes Surya, Ph.D
Selamat menjadi pemenang!
ditulis oleh : Faried Latief-Fisika UNPAD
semesta mendukung prof yohanes surya - Penelusuran Google
Prof Yohanes Surya
Untuk melihat video Mestakung di YouTube silahkan kunjungi link berikut ini:http://www.youtube.com/watch?v=ERPzSEViABU
Add to Cart View detail

Kamis, 26 Desember 2013

Damai milik kita bersama

Damai milik kita bersama

Dalam dunia ini, hitam dan putih selalu akan ada menyertai sendi-sendi kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan bahkan beragama. Seperti dalam kutipan sebuah lagu yang menjadi sountrack series fenomenal 'wirosableng'

Dalam diri manusia terdapat dua
Unsur ingat duniawi dan Tuhan
Segala yang ada di dalam dunia ini
Terdiri atas pembagian
Yang berlainan
Namun merupakan pasangan
Keduanya tak dapat terpisahkan

Ibarat yin dan yang selalu berpasangan dalam segala hal. Unsur mereka hitam dan putih tetapi mereka saling melengkapi dalam lingkaran filosofis yang sangat bermakna.

Dalam beragama, karena saya seorang muslim, saya ingin menyampaikan bahwa dalam agama saya islam, tidak hanya diajarkan bersyahadat, Solat, Zakat, Puasa dan mengunjungi Baitullah. Namun lebih dari itu, berdasarkan asal katanya saja makna islam yaitu kedamaian.  Islam itu bukan pedang tajam tapi pelukan erat. Islam itu fleksibel dan mengikuti perkembangan zaman. Islam itu sosial.

Rasanya suatu yang naif bila dalam kehidupan kita yang moderen dan heterogen, kalian masih berkutat dalam perbedaan paham masalah ritual keagamaan. Sederhana sebenarnya, 'taqlid buta' (mengikuti tanpa tahu dasar dan hukumnya) itu penyakit yang menyebabkan kita umat beragama sering konflik. Orang yang tidak beragama akan tersenyum, tertawa dan mengolok-olokan karena mereka fikir kita itu hanya memperdebatkan masalah yang bias. Masalah Tuhan yang menurut mereka Abstrak/fiksi/tidak nyata dan disejajarkan dengan dongeng pengantar anak-anak mereka menjelang tidur. 

Taqlid disini adalah patuh pada orang-orang tertentu atau Taqlid ialah mengikuti pendapat seseorang tanpa mengetahui hujah dan yang menunjukkan kebenaran pendapat tersebut. Mungkin mereka mengambil dari Ayat Al-Qur’an,  Allah SWT berfirman yang artinya:
“Apakah seandainya telah kami datangkan kepada mereka sebuah kitab (hujjah) sebelum munculnya kesyirikan yang mereka lakukan, kemudian mereka mau berpegang dengannya? Ternyata justru mereka berkata: “Sesungguhnya kami telah mendapati nenek moyang kami diatas sebuah prinsip (aqidah yang mereka yakini), maka kami adalah orang-orang yang mendapat petunjuk dengan mengikuti jejak pendahulu kami. ” (Az Zukhruf : 21)

Kawan, ayo fokuskan fikiran kita. Kita dibekali akal oleh Allah SWT agar digunakan untuk berfikir bukan digunakan untuk mengikuti arah yang tidak jelas. Banyak Ayat dalam Al-Qur'an yang ditujukan kepada kaum yang berfikir. Adapun Implikasi dari berfikir yaitu perbedaan pendapat. Perbedaan pendapat dikembalikan lagi kepada diri masing-masing karena ini berbicara masalah pemahaman dan pengetahuan yang berbeda. Saya tegaskan sekali lagi yang jelas-jelas salah adalah orang yang taqlid buta alias ikut-ikutan ritual padahal tidak tahu esensi ibadahnya itu. 

Setiap orang yang engkau ikuti ucapannya tanpa ada dalil yang mengharuskanmu untuk menerimanya berarti engkau telah taqlid kepadanya. Dan taklid di dalam agama Allah Azza wa Jalla tidak dibenarkan. Setiap orang yang mengharuskanmu untuk mengikuti ucapannya berdasarkan dalil, berarti engkau ber-ittiba’ kepadanya. Ittiba’ di dalam agama diperbolehkan, sedangkan taklid terlarang.” (Jami’ Bayanil ‘Ilmi, 2/173)

Dalam islam, diajarkan betapa pentingnya mencari ilmu melalui proses pembelajaran. Perumpamaan ilmu dalam islam itu indah kawan, ilmu sebagai cahaya. Cahaya yang bisa membedakan kanan dan kiri, benar dan salah. Alhasil, orang yang paham dengan prinsip ilmu dalam islam mereka akan menjadi seorang ilmuan hebat yang berjasa merancangn peradaban dunia. Saya kenalkan, Al-khawarizmi dengan prinsip algoritmanya, Ibnu Sienna sebagai bapak kedokteran modern dan masih banyak yang lainnya. Itu merupakan sebagian contoh kecil bagi mereka yang memahami konteks ajaran islam secara mendalam. Sungguh Indonesia dan dunia sekarang sedang merindukan lahirnya ilmuan muslim seperti belasan abad lalu.

Oke, saya berikan sedikit tutorial ideal untuk melatih agar kita menentukan sikap berdasarkan landasan hukum atau dalil yang kuat.

1. Baca penjelasan dari link berikut sampai paham

Betulkah Hamka Larang Muslim Ucapkan Selamat Natal? | Masjid Salman ITB - Menuju Masyarakat Informasi Islami

Hukum Mengucapkan Selamat Natal - Eramuslim

2. Kalau ada istilah atau penjelasan yang kurang paham tanyakan kepada guru yang kredibel

3. Resapi dan Renungkan  Pemahaman tersebut

4. Bismillahirahmanirahim, tentukan dan konsisten dengan kesimpulan yang anda pilih.

Sekian, artikel ini bukan bermaksud memprovokasi atau merendahkan suatu pihak tetapi agar persatuan dan kesatuan kita tetap terjaga dalam bingkai harmoni yang indah.

Add to Cart View detail

Selasa, 24 Desember 2013

SELAMAT HARI IBU

SELAMAT HARI IBU
22 Desember setiap tahunnya diperingati sebagai peringatan hari ibu tahun ini Indonesia memperingati hari ibu yang ke-85. Hari dimana kita diajak untuk mengingat akan jasa-jasa ibu yang telah membesarkan kita sampai saat ini. Berbagai ungkapan hati yang dituangkan dalam kata sebagus apapun tidak akan menandingi peran ibu untuk anaknya.
Tidak ada yang namanya mantan ibu atau mantan anak. Itu yang membedakan status ibu dengan status keluarga yang lainnya. Setinggi apapun jabatan seorang anak. Baik ia menjabat sebagai hakim, pengacara, dokter, tentara atau bahkan sebagai seorang presiden pun dia tetap anak seorang ibu. Tentunya anak yang harus membalas jasa ibunda mereka. Jika tidak ada usaha ibu mustahil ia bisa berpidato di podium dengan dijaga ajudan dan disaksikan ribuan mata untuk mendengar pidatonya.
Sosok ibu mengajarkan kita arti dari kerendahan hati, rendah hati namun tetap berjiwa besar. Ibu telah memberikan seluruh waktu tidurnya demi menjaga putra/putrinya tidur nyenyak. Memeluk kita saat kita takut, kecewa dan sedih menghadapi realita kehidupan yang keras. Ibu hadir untuk mendatangkan kenyamanan dan ketenangan dalam balutan ikhlas pelukannya. Sungguh kasih ibu sepanjang masa.
Berikut beberapa opini dari para tokoh dalam rangka hari Ibu :
1. Anies Baswedan (Pendiri gerakan Indonesia Mengajar)
Anies baswedan (sumber:aniesbaswedan.com)
"Rahim ibumu bukan tempat calon koruptor oleh karena itu Saya minta ibu-ibu, di tanggal 22 Desember ini, kirimkan SMS ke anaknya. Isinya, hormati ibumu dengan tak korupsi. Jadi, bukan anaknya yang bilang hari ibu, tapi ibunya yang bilang, ingin menghormati ibu, jangan korupsi, nak," (Republika on-line, 24 Desember 2013)
2. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok, Wakil Gubernur DKI)
Sumber : Tempo
Basuki Tjahaja Purnama (Sumber :Tempo)
Bagi saya ibu itu seperti lagu Ibu (ciptaan) Iwan fals. "Ribuan kilo jalan yang kau tempuh, Lewati rintangan untuk aku anakmu"
Seperti itulah perjuangan seorang ibu. "Walau tapak kaki penuh darah penuh nanah." Ya seperti itu, perjuangan ibu, kasih sayang ibu sangat luar biasa," ujar Ahok. (Tempo, 22 Desember 2013)
3. Melly Goeslaw (Musikus)
Melly Goeslaw (sumber:detik)
Melly Goeslaw (sumber:detik)
"Luar biasa, nggak ada tandingannya nggak bisa diungkap dengan kata-kata" (detik, 22 Desember 2013)
Melly menunjukkan rasa sayangnya terhadap orang yang telah melahirkannya dengan caranya sendiri. Salah satunya adalah dengan menciptakan lagu 'Bunda' yang cukup fenomenal hingga kini.
4. Edhie Baskoro (Politikus)
Edhie Baskoro Yuhoyono beserta ibunda
Edhie Baskoro Yudhoyono besera ibunda (Sumber: Tribunnews)
"Saya kira esensinya bukanlah sekadar peringatan semata, tapi juga selayaknya menjadi peringatan atas perjuangan para kaum ibu Indonesia yang telah banyak berperan dalam perjuangan dan kemajuan bangsa," (Tribun News, 24 Desember 2013)

Sudahkah kita membalas jasa-jasa ibu?
Sebuah pertanyaan yang kembali menyadarkan untuk merenunginya. Banyak sekali ibu yang sakit hati atas ulah kita, banyak sekali ibu merasa kecewa karena ulah kita. Harusnya kita sadar untuk menghormati dan memuliakan ibu. IBu tidak pernah mengharapkan jasanya dibalas namun ibu sangat menginginkan putranya sukses. Oleh karenanya jangan sekali-kali menyakiti hati ibunda kita.
'SELAMAT HARI IBU"
Add to Cart View detail

Senin, 11 November 2013

Perang Eksistensi

Perang Eksistensi
saya mau bicara tentang realita di kehidupan mahasiswa. Ternyata saya sedang berada pada masa peralihan dan menuju kearah kematangan berfikir dan bertindak. saya lebih suka menyebut perang eksistensi. Orang-orang yang seumuran dengan saya berusaha menampilkan eksistensinya yang masing-masing unik dan berbeda. apakah ini salah? jelas tidak. Saya lebih menilai hal ini suatu kewajaran yang memang harus saya alami.

Persona setiap orang untuk menampilkan eksistensi akan menghasilkan sesuatu yang sia-sia. persona disini adalah topeng, topeng yang bagi para psikolog ditafsirkan sebagai lawan dari sifat yang sebenarnya. seperti halnya dalam drama sang aktor/artis dituntut untuk memerankan karakter yang boleh jadi tidak sesuai dengan karakter asli atau mungkin malah bertolak belakang. Oleh karena ada tuntutan skenario film maka artis/aktor itu pun berperan sesuai arahan. Jika dianalogikan seperti itu mungkin anda akan mudah mencernanya. sengaja saya tidak ingin menyajikan definisi dari para ahli tentang persona kepada anda karena saya fikir anda bisa melakukannya sendiri dan bahkan bisa lebih dalam mencari artinya. Kembali ke topik pembicaraan, eksistensi yang dibangun hanya mengandalkan kekuatan persona saja akan terasa berat dan eksistensi dia akan bertahan untuk sementara.

Eksistensi yang dibangun oleh karakter asli lebih kuat dan lebih bisa diterima. walaupun akan membutuhkan waktu yang relatif lama eksistensi yang didasarkan karen kekuatan jati diri/identitas diri yang sejatinya bersifat khas itu akan bisa lebih mempunyai daya pengaruh yang besar dan relatif bertahan lama. Hal ini sama saja seperti pembuatan film dengan mencocokan karakter asli pemeran dengan karakter yang dimainkannya itu. Disini kualitas perannya akan bagus namun sutradara akan lama untuk memilih aktor yang tepat bersesuaian antara karakter yang dituntut dengan karakter aslinya.

Eksistensi apakah yang dibangun secara ideal ?
saya sangat yakin setiap manusia termasuk mahasiswa punya kecenderungan karakter mereka masing-masing. Ada yang menurut mereka lebih nyaman menyendiri bahkan ada yang tidak bisa meninggalkan kelompoknya dan ingin terus bersama kelompok. Itulah perbedaan bukan? ya itu adalah kodrat, tapi ada kodrat lain yang dapat menyempurnakan kondisi tersebut agar mereka bisa berjalan bersama. yaitu kodrat bahwa manusia itu akan bisa karena belajar. belajar menyesuaikan diri, belajar memahami perbedaan, belajar menghormati orang yang sangat berlainan karakternya.
Kadang persona itu perlu digunakan untuk mempertahankan harga diri, tapi persona yang berlebihan akan tidak baik. adapun tujuan dari kita menggunakan persona secara sementara tujuannya agar karakter yang khas dari diri kita itu bisa keluar dan ini bisa dilakukan oleh semua insan yang ingin belajar.
dengan kata lain eksistensi yang dibangun secara ideal yakni dengan cara pembangunan karakter yang bisa jadi membutuhkan persona yang tepat agar diri ini mendapar kepercayaan dari lingkungan sehingga sedikit demi sedikit karaktermu akan keluar dan akan mewarnai kehidupan dengan lebih berwarna. trimsss
Add to Cart View detail

Minggu, 10 November 2013

Langit berubah warna tanganku jadi empat

Langit berubah warna tanganku jadi empat

Dini hari tadi aku lihat langit begitu cepat berubah-rubah warnanya.
tidak hanya warna bintangnya pun ku lihat bergerak dengan cepat
gerakan bintang itu membentuk pola, aku terdiam karena terlena melihat keindahannya
beberapa kali aku lihat perubahan warna dan pola bintang
kadang langit itu berwarna hijau, hitam, biru dan ungu bercampur hijau yang sangat menyilaukan
aku bertanya pada diriku
kenapa langit menjadi seperti ini???

Tanpa ada seorang pun disisiku ahirnya pertanyaan itu disimpan dalam lubuk hati
aku memutuskan untuk masuk ke suatu mesjid sebut saja mesjid x
aku ikut solat berjamaah dan menjadi makmum masbuk
saat imam rakaat ke-3 aku baru bertakbiratul ihram
saat aku bertasyahud akhir aku merasakan hal yang aneh pada tanganku
tiba tiba muncul dua tangan di bagian samping perut
aku kaget, tanganku jadi empat
aku dikerumuni jamaah di mesjid x itu
seorang kyai yang benar-benar aku kenal dan aku jadikan guru datang menghampiriku sebut kyai AG beliau bertanya kenapa tanganku jadi empat. Aku gelagapan tak bisa berkata-kata

apa arti dari semua ini?
Add to Cart View detail

Kamis, 25 Juli 2013

PIANO

PIANO

Seorang ayah memiliki putra berusia kurang lebih lima tahun, memasukkan putranya tersebut ke sekolah musik untuk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorang pianis yang terkenal.
Selang beberapa waktu kemudian, di kota itu datang seorang pianis yang sangat terkenal. Karena ketenarannya, dalam waktu singkat tiket konser itu habis terjual habis. Sang ayah membeli dua tiket pertunjukan, untuk dirinya dan anaknya.

Pada hari pertunjukan, satu jam sebelum konser dimulai , kursi telah terisi penuh. Sang ayah duduk dan putranya tepat berada di sampingnya. Seperti layaknya seorang anak kecil anak ini pun tidak betah duduk diam terlalu lama. Tanpa sepengetahuan ayahnya ia menyelinap pergi.

Ketika lampu gedung mulai diredupkan, sang ayah terkejut menyadari putranya tidak ada disampingnya. Ia lebih terkejut lagi ketika melihat anaknya berada didekat panggung pertunjukan dan sedang berjalan menghampiri piano yang akan dimainkan pianis tersebut. Tanpa rasa takut anak tersebut duduk di depan piano dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yang sederhana, twinkle-twinkle little star.

Operator lampu sorot, terkejut mendengar adanya suara piano. Dia mengira bahwa konser telah dimulai tanpa aba-aba terlebih dahulu dan langsung menyorotkan lampunya ke tengah panggung. Seluruh penonton terkejut melihat yang berada di panggung bukan sang pianis, tetapi hanyalah seorang anak kecil.

Sang pianis pun terkejut dan bergegas naik ke atas panggung. Melihat anak kecil tersebut, sang pianis tidak menjadi marah, ia tersenyum dan berkata, “teruslah bermain”

Sang anak yang mendapat izin, meneruskan permainannya. Sang pianis lalu duduk di samping anak itu dan mulai mengimbangi permainan anak itu. Ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yang sangat indah. Bahkan mereka seakan menyatu dalam permainan piano tersebut. Ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dengan meriah karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung.

Sang anak jadi besar kepala, pikirnya, “saya , sudah belajar piano sebulan saja sudah hebat!”. Ia lupa bahwa yang disoraki oleh penonton adalah sang pianis yang duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangan dan menjadikan permainannya sempurna.

Apa implikasinya dalam hidup kita? Kadan kita bangga akan segala rencana hebat yang kita buat, perbuatan-perbuatan besar yang telah berhasil kita lakukan. Tetapi kita lupa bahwa semua itu terjadi karena Tuhan ada di samping kita, semua yang telah kita lakukan akan sia-sia. Tapi jika Tuhan ada disamping kitam sesederhana apapun yang kita lakukan, hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita namun baik juga orang disekitar kita.


Asep Ridwan Lubis
Add to Cart View detail

THE REAL OF LOVE

THE REAL OF LOVE
“CINTA YANG SEBENARNYA”


Bismillahirahmanirrahim
Setiap orang pasti kenal dengan yang cinta. Yah, bisa dibilang seperti itu namun walaupun sudah kenal belum tentu mereka memahaminya. Kalau kita berbicara tentang cinta memang agak susah-susah gampang sih ngeartiinnya. Ada yang bilang cinta itu love (sama aja), cinta itu anugrah, cinta itu suci dan malah ada yang bilang cinta itu gak punya mata alias buta. Sah-sah saja sih orang mau ngedefinisiin nya kaya apa. Di tulisan kali ini aku mau ngeshare pemahamanku tentang cinta.

Analogi
Kalau para sufi bilang, cinta itu laksana mata air jernih yang mengalir dari hulu ke hilir sungai. Air itu akan mengalir tanpa pilih-pilih, air itu mengisi setiap kekosongan dari bagian sungai itu. Namun, air itu bisa di cemari oleh limbah-limbah yang berbahaya. Alhasil dari tadinya air itu bermanfaat setelah tercemar malah jadi racun. Jadi pandai-pandailah untuk menjaga mata air itu agar tidak ada yang mengotorinya.

Menurut aku arti cinta itu luas. Cinta tidak hanya terbatas kepada kekasih, orang tua ataupun saudara. Cinta itu memang fitrah atau suci. Mengapa dibilang suci? Karena cinta itu berupa awalan kita untuk berbuat baik dan bahkan sampai mengabdi kepada yang kita cintai.  Cinta diberikan secara alamiah oleh Tuhan dan kita tahu bahwa Tuhan itu maha adil. Dia menanamkan cinta kepada hati setiap hambanya.

Cinta awal dari segalanya
Setelah aku pikir bahwa segalanya itu terjadi karena cinta. Cinta itu bisa membuat seseorang itu sangat super. Bisa melakukan sesuatu melebihi anggapan dia terhadap batas kemampuannya. Gak percaya?

Saat Bilal bin Rabbah (seorang budak zaman Rasul) menyebut-nyebut nama Allah, majikannya yang seorang Quraisy tidak senang. Hingga akhirnya bilal di siksa oleh tuannya. Dengan tanpa mengenakan pakaian, bilal dijemur dan dicambuk dipadang pasir saat terik matahari. Tidak hanya itu, batu besar diletakan diatas badannya hingga Bilal merasakan kesakitan yang amat dahsyat. Dia terus menyebut nama Allah. Alhasil, bilal bertahan sampai ada orang pengikut Rasulullah yang membeli Bilal dan membebaskannya dari siksaan itu.

Apa yang temen dapatkan dari kisah diatas? Pengorbanan? Kekuatan? Kesetiaan? Ya, semuanya ada jika kita telah mencintai sesuatu. Dapat disimpulkan bahwa rumus untuk mencapai supernya diri kita itu adalah mencintai apa yang sedang dijalani ditambah pengorbanan dan keistiqamahan.

Aku yakin bahwa setiap orang itu ditakdir untuk sukses dan orang yang dengan motivasinya karena cinta itulah yang paling cepat mendapat kesuksesannya itu. Do what you love and love what you do J

HCT, Efek dari cinta
Nah, sudah hukum alam jika ada sebab maka ada akibatnya pula. Jika mencintai seseorang maka akan kena dampak atau akibatnya.

Setelah kita menyadari bahwa kita itu mencintai terhadap sesuatu maka yang akan timbul selanjutnya dalam perasaan kita ialah Rasa Harap, Cemas dan Takut.

Harapan akan selalu ada di setiap apa yang kita cintai. Sebagai contoh kita senang membaca komik secara sadar atau tidak pada saat akan membaca komik diri kita berharap, jika saya membaca komik maka saya akan senang. Nah, kesenangan itulah yang menjadi harapan kita setelah membaca komik. Itu contoh kecil sahabat juga pasti ngasih contoh yang lainnya.

Cemas itu merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi kepada yang kita cintai. Seseorang akan berusaha menjaga dengan sebaik-baiknya agar apa yang mereka cintai itu bisa terhindar dari kejadian-kejadian yang tidak diharapkan. Dengan kata lain, implikasi dari cemas itu akan melahirkan tindakan sukarela kita untuk menjaga sesuatu yang kita cintai.

Takut sebenernya takut disini ialah takut kehilangan yang dicintai. Selama ia masih dikatakan manusia takut kehilangan itu wajar. Sungguh suatu bentuk kesempurnaan yang diberikan Tuhan kepada kita. Dengan dihadirkannnya rasa takut dalam diri kita ini maka akan timbul sifat yang bernama setia. Untuk urusan setia, perempuan adalah yang paling jago sedangkan laki-laki menjaga yang dicintai itu dengan tanggung jawab.

Terakhir, Cinta itu anugrah guys. Semua orang pasti punya cinta karena seseorang bisa lahir ada dan di dunia ini hasil dari cinta ibu bapaknya. Jadi jangan jadi lovefobia atau seseorang yang takut dengan cinta karena itu jelas-jelas tidak wajar. Pokoknya yang paling penting itu haru s ditanamkan konsep bangun cinta jangan jatuh cinta. Disamping konotasi yang negatif, jatuh dari cinta juga sangat sakit karena akan berpotensi sangat besar untuk merusak hati yang suci ini. Jaga Cintamu dan berikan pengabdianmu kepadaNYA!

Hoaam karena malam udah larut, segitu aja opiniku mengenai cinta guys. Silakan bagi yang mau berkomentar di berikan kesempatan yang seluas-luasnya, jangan lupa komennya harus yang positif yaaa:D


Wallahualam bissawab
Salam, Asep Ridwan Lubis

Add to Cart View detail

Jumat, 17 Mei 2013

Tingkatan Tertinggi Ibadah (Konsep Ihsan)

Tingkatan Tertinggi Ibadah (Konsep Ihsan)

Disampaikan oleh Prof. Miftahudin Miftah-khotib Masjid Daarut Tauhid
Suatu ketika Rasul berdialog dengan seorang yang mengenakan pakaian putih. Umar melihat bahwa orang itu banyak tahu tentang agama dan beliau sangat terkesan dengan orang itu. Lalu Umar bertanya, “Siapa laki-laki yang berpakaian putih itu? Wajahnya putih bersih dan terkesan sangat akrab dengan anda dan kiranya dia serba tahu tentang agama? Rasul menjawab, “ Ia Jibril. Ia yang mengajarkan segala sesuatu pada kalian.” Umar dan para sahabat tidak bisa melihat lagi orang itu.



Sejak peristiwa diatas, darisanalah mulai kita mengenal konsep iman, islam dan ihsan.
Didalam ayat Al-Qur’an hampir tidak ada ayat yang menerangkan secara utuh rukun iman. Iman pada Allah dan hari akhir atau Iman pada Allah dan rasul atau hanya sampai pada Qada dan Qadar.

Kemudian rukun islam yang lima di jelaskan dalam percakapan antara rasul dengan Jibril tersebut.
Selanjutnya ada yang disebut dengan Ihsan. Derajat ihsan merupakan tingkatan paling tinggi yang hanya bisa di raih oleh seorang yang telah mempunyai iman dan islam dalam hatinya secara mantap. Lalu apakah yang disebut dengan ihsan? Sembahlah Allah seolah-olah engkau melihat Allah dan kalau engkau tidak mampu merasakan engkau melihat Allah paling tidak engkau yakin bahwa Allah akan selalu melihat engkau.

Yang pertama adalah, dimana dan kapanpun engkau harus merasa melihat Allah.
Beribadah serasa melihat Allah mungkin sesuatu yang susah tapi sebagai mukmin kita harus berusaha untuk mencapai kualitas seperti itu. Ibadah yang kita lakukan jangan sampai menggugurkan kewajiban apalagi karena terpaksa karena takut dosa. Tetapi bagaim ana agar ibadah itu menjadi sarana refleksi, penyegaran sehingga ibadah dapat berfungsi sebagai syifaa pengobatan spiritual yang dapat menghilangkan penyakit hati diantaranya; kesombongan, buruk sangka, gila pujian, stress, galau dan berbagai problematika kehidupan. Berusalah agar ibadah itu menjadi Riyadoh, pembangun karakter. Begitulah islam menggambarkan tujuan ibadah yang sesungguhnya.

Agak sulit rupanya bagaiman kita telah menggambarkan bagaimana suasana batin tatkala kita mendapatkan kepuasan spiritual. 

Seorang sufi wanita memperkenalkan suatu konsep robbiyih alawiyah, tetapi para ilmuan dan cendikiawan muslim banyak memberikan kritik terhadap pandangan-pandangan beliau. Tetapi tidak ada salahnya juga mengetahui konsep tersebut dalam rangka ikhtiar guna menjelaskan bagaimana ibadah yang benar-benar merasa melihat Allah.

Robbiyah Alawiyah terkenal dengan konsep cinta, berusaha  menyampaikan rasa cinta kepada Allah. Seseorang putra mahkota yang akan meminang seorang gadis. Tetapi gadis itu menolak. Saya tidak siap menerima pinangan baginda karena cinta saya sudah habis untuk Allah. Disinilaah sufi wanita itu banyak dikritik oleh para ulama. Lalu beliau menjelaskan lagi, Tuhan seandainya saya menyembahmu itu karena mengharapkan surgaMu , haramkan bagi diri saya surga itu karena berarti saya mengharapkan selain Engkau tapi mengharapkan makhlukmu yang bernama surga. Tuhan seandainya saya menyembahmu itu karena takut masuk nerakaMu, neraka itu milikMu dan saya juga milikMu ada wewenang apa saya menolak, engkau yang menentukan saya masuk neraka atau tidak. Saya menyembahMu karena saya rindu dan cinta kepadaMu. 

Aplikasi dari paparan diatas ialah dalam pemaknaan Laa ilaha illa Allah tidak hanya dimaknai dengan tidak ada Tuhan yang patut disempah kecuali Allah tetapi  harus dilanjutkan dengan tidak ada yang patut dicintai kecuali Allah. Artinya, kadar cinta kita kepada selain Allah harus dibawah dibanding kadar cinta kepada Allah. Cinta kepada istri, anak, keluarga semuanya harus diposisikan setelah cinta kita kepada Allah.
Sahabat kita yang telah diundang ke baitullah, kenikmatan spiritual sangat dirasakan ketika melaksanakan tawaf pamitan yang disebut tawaf wada. Tawaf wada dilakukan apabila selesai melaksanakan ibadah haji atau umrah diperintahkan untuk melaksanakan tawaf wada sehingga apabila hal itu telah dilakukan kita tidak boleh bermalam dan kembali lagi ke mekkah. Selesai melaksanakan tawaf tujuh kali putaran mengelilingi kabah biasanya berdiri sebelah kanan pintu ka’bah. Ketika mengungkapkan rasa syukur, seseorang yang bertawaf wada, “Ya Allah kembalikan aku kesini. Disinilah mereka menemukan kekuatan spiritual, merasa melihat Allah.

Tingkatan ibadah seperti itulah yang diharapkan.  Tentulah kualitas ibadah itu dapat diperoleh melalui kebiasaan. Kebiasaan yang tidak terlepas dari faktor yang mendukungnya yaitu situasi batin dan situasi lingkungan. Agama mengajarkan jika kita bisa mencapai tingkatan ibadah ihsan maka itulah puncak dari kenikmatan ibadah.

Yang kedua adalah, dimana dan kapanpun engkau harus yakin bahwa Allah selalu melihat kamu.
Dalam ilmu tasawuf dikembangkan konsep Malu (al-hayaa). Seorang sahabat berkata, Rasul mengatakan beberapa kali, ini adalah pesan-pesan moral yang disampaikan kepada umatnya yaitu rasa malu. Rasul menyampaikan, kalau kalian sudah tidak punya rasa malu, berbuatlah terserah kalian. Dari rasa malu inilah yang dapat membuahkan kejujuran.

Seseorang yang disebut Abu Naawiyah yang berasal dari tempat jauh datang kepada Rasul untuk bertanya. “Di dalam Islam itu amalan apa yang paling mudah dilakukan?” Rasul menjawab,” Amal yang paling mudah dilakukan bagi orang islam yaitu mengucapkan dua kalimat syahadat.” “Ya rasulullah kalau yang paling sulitnya amalan apa?” “Wahai Abu Naawiyah yang paling sulit adalah hidup jujur.” 

Jujur itu memang sulit. Rasul memberi penjelasan, tidak ada iman bagi orang yang tidak jujur. Kejujuran dan keimanan adalah satu kesatuan. Tidak mungkin seseorang yang beriman tapi tidak jujur atau seseorang yang taqwa tidak jujur. Itulah yang selalu ditekankan oleh Rasul sehingga lahirlah kisah-kisah klasik yang menggambarkan rasa malu membuahkan kejujuran seperti yang disampaikan oleh Al-ghazali.

Umar bin khattab seorang pemimpin yang senang berkumpul dengan orang-orang miskin. Suatu hari, beliau meninggalkan pusat pemerintahan dan pergi ke daerah yang jauh. Beliau bertemu dengan seorang penggembala kambing.

“Apa kerjamu?”
“menggembalakan kambing”
“berapa ekor kambing yang kau gembalakan?”
‘Apa tanggung jawab kamu?”
“Semua kambing yang ada dilembah ini adalah tanggung jawab saya”
“Saya mau membeli satu ekor. Berapa harganya?”
“oh tuan, kalau tuan ingin membeli kambing ini silakan tuan datang ke majikan saya. Saya tidak ada hak menjual kambing saya hanya berkewajiban menggembalakannya. Ini alamatnya”
“kalau kambing ini dibawa kemajikanmu pada saat  musim panas nanti, apakah ada kambing-kambing ini yang mati?
“oh banyak tuan’
“Kalau begitu, beri tahu saja majikanmu kambing yang aku beli itu mati dan majikanmu pasti percaya.’
“iya tuan pasti percaya”

Umar mengeluarkan uang dalam sebuah kantong ditaruhlah ditangan pengembara itu. Pengembara yang miskin, bodoh dan tidak tahu perkembangan bahwa yang diajak bicaranya itu Amirul Mukminin. Begitu uang itu digenggamkan oleh Umar kepada penggembala, seketika penggembala itu menepuk pundak Umar.
“Malu kepada Allah! Malulah kepada Allah!”

Umar melakukan sujud syukurnya bukan menyatakan saya bahagia rakyat saya walaupun bodoh miskin tapi jujur. Tetapi Umar bertanya, masih adakah umat-umatMu jujur pada akhir zaman seperti halnya penggembala kambing yang miskin dan bodoh tadi.?

Pertanyaan tersebut yang dibiarkan oleh Al-Ghazali. Kuncinya adalah diri kita untuk menjawabnya. Jika ketidakjujuran sudah menjadi barang yang biasa, kejujuran sudah menjadi barang langka, orang yang tidak jujur dianggap biasa maka pada suatu Allah akan mencabut keberkahan yang ada di muka bumi ini diangkat ke langit. Jika Lautan ada hanya jadi musibah, hutan-hutan tidak memberikan manfaat, sinar matahari menebarkan penyakit. Kuncinya hidup untuk mendapat keberkahan adalah kejujuran yang merupakan buah dari malu hasil beribadah dengan ihsan

Jadi, Ihsan adalah dimana pun kita harus yakin ada Allah selalu memerhatikan kita. Sehingga kejujuran pun akan menyertai kita. jika terbesit di dalam hati akan melakukan maksiat maka hati akan segera berkata, “saya diberi nikmat oleh Allah dan diberikan segalanya oleh Allah, apakah saya harus demonstratif melakukan perbuatan yang dibenci Allah, sungguh terlalu sadis saya melakukan perbuatan dihadapan Allah”. Kira-kira suasana batin seperti itulah yang harus ditumbuhkan dalam diri kita. Malu berbuat maksiat, Malu kepada Allah SWT.

Mudah-mudahan Allah senantiasa membimbing dan memimpin kita untuk memperbaiki kualitas iman, islam dan ihsan. Aamiin Ya Robbal Alamin...

-Asep Ridwan Lubis-
Add to Cart View detail

Rabu, 06 Februari 2013

Inilah kami….

Inilah kami….

Perkenalkan, kami makhluk yang bisa disebut sempurna. Tempat Kami tinggal selama waktu tertentu kami namakan bumi. Kami memiliki sesuatu yang makhluk lain tak punya. Unsur penyusun kami terdiri dari roh, jasad, hati, nafsu dan akal.
Roh, roh merupakan bagian terpenting bagi kami. Pencipta kami meniupkan roh pada jasad kami sewaktu masih 4 bulan dalam kandungan. Setelah itu, roh melekat pada setiap jasad. Lamanya waktu roh menempel dengan jasad kami disebut umur. Umur setiap anggota berbeda-beda. Ada yang 10 tahun, 17 tahun, 65 tahun, 100 tahun tergantung ketentuan menurut pencipta kami. Namun yang harus digaris bawahi bahwa roh setiap anggota kami akan berpisah dengan jasadnya.  
Bisa saja kami meninggalkan dunia ini untuk selamanya dan jasad kami dikubur karena sudah berpisahnya dengan roh. Tetapi, roh kami tidak mati. Mulai dari ajal sampai hari kiamat, Roh kami disimpan diberbagai tempat sesuai dengan perbuatan tergantung wewenang pencipta kami.
Jasad,
Hati,
Nafsu,
Akal,
Kami menggunakan kombinasi kelima unsur tersebut untuk menjalani hidup sehari-hari. Kami mempergunakannya untuk memenuhi keperluan kami, mulai dari yang sederhana untuk bertemu dengan sesama kawan kami sampai kami pergunakan untuk saling menindas satu sama lain. Kami akan bercerita mulai dari kami diciptakan hingga roh dipisahkan dengan jasad.


Musuh Kami…
Kami mempunyai musuh, mereka bermaksud untuk  menjerumuskan setiap langkah dan perbuatan kami. Kami sebut mereka musuh karena mereka sangat ingin dekat dengan kami untuk menjerumuskan kami kepada kesesatan. Kami dan musuh kami diciptakan oleh satu pencipta yang sama. Musuh kami dimurkai oleh pencipta kami. Musuh kami itu dikehidupan kekalnya pasti berada di tempat yang dipenuhi api yang menyal-nyala yang kami sebut neraka.
Pada waktu yang lalu disuatu tempat, malaikat dan musuh kami itu dikumpulkan oleh pencipta kami. Pencipta kami memberitahukan bahwa telah terciptanya seorang makhluk yang akan dijadikan  sebagai pemimpin,pengatur,penguasa di bumi. Tidak lain adalah “Adam” nenek moyang kami.
Aku hendak menjadikan khalifah di bumi” kata pencipta kami.
“Apakah engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah disana (sebagai khalifah)
 sedangkan kami  bertasbih memujiMU dan menyucikanMu?”
Pencipta kami berfirman, “Aku lebih mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”
Lalu Adam diajarkan oleh pencipta kami berbagai nama-nama benda, pengetahuan dan sedikit ilmu dari pencipta kami.
Pencipta kami juga menyuruh kepada malaikat untuk menyebutkan semua yang diajarkan kepada adam.
“Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar”
Malaikat menjawab, “Mahasuci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami.”
“Bukankah telah Aku katakan kepadamu bahwa aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan Aku mengetahui apa yang kamu nyatakan dan apa yang kamu sembunyikan.” kata Pencipta kami.
“Sujudlah kepada Adam!”
                Meraka pun bersujud kecuali musuh kami. Musuh kami menolak dan menyombongkan diri.
Kami diciptakan dari api, sedangkan engkau menyuruh kami untuk bersujud kepada makhluk yang engkau ciptakan dari tanah.?” Musuh kami menyombongkan diri.
Pencipta kami menjawab, “Sungguh, terkutuklah engkauKeluarlah dari tempat-Ku ini!”
  “Kami akan patuh kepada perintah-Mu, namun berikan kami waktu sampai hari kiamat untuk menjerumuskan adam dan keturunannya agar  senantiasa berada dalam kesesatan dan menjadi pengikut kami di nereka kelak.”
Pencipta kami memperingatkan, “Janganlah kamu mengikuti langkah-langkah mereka. sungguh mereka adalah musuh nyata bagimu” 2:168
Itulah sebabnya musuh kami dimurkai oleh pencipta kami, kami harus senantiasa waspada dan meminta perlindungan dari pencipta kami. agar musuh kami gagal menjerumuskan kami.


Pilihan : Mulia atau Nista
Kata pencipta kami, kami diciptakan dalam bentuk dengan sebaik-baiknya alias sempurna. Akibat dari kesempurnaan kami.
Kami bisa menjadi makhluk yang paling mulia atau bisa menjadi makhluk yang paling nista.
Kami bisa berkata kebaikan dalam bentuk pujian atau berkata keburukan dalam bentuk celaan
Kami bisa menjaga sesuatu yang diamanatkan atau bisa juga berkhianat.
Kami bisa sangat saling mencintai atau sangat saling membenci.
Kami bisa berkata yang sebenarnya atau bisa berbohong.
Kami bisa mengasihi atau menganiaya.
Kami bisa menjadi pintar atau menjadi bodoh.

Inilah yang kami sebut dengan pilihan. Pilihan memang mudah namun pertimbangan dan kekonsistenan kami untuk senantiasa dalam pilihan yang benar membuat kami perlu untuk berjuang dengan kerasnya. Keburukan dalam diri kami ibaratkan es dalam refrigator. Bila es itu tetap tidak berubah posisi (di dalam refrigator) maka akan semakin mengeras dan volomenya akan semakin bertambah. Namun bila es itu dikeluarkan dari refrigator sedikit demi sedikit ditambahkan dengan percikan hangatnya air keimanan. Maka es itu sedikit demi sedikit akan meleleh.

bersambung...

Add to Cart View detail

Minggu, 09 Desember 2012

Tipe Dan Gaya Kepemimpinan Organisasi

Tipe Dan Gaya Kepemimpinan Organisasi
Dari penelitian yang dilakukan Fiedler yang dikutip oleh Prasetyo (2006) ditemukan bahwa kinerja kepemimpinan sangat tergantung pada organisasi maupun gaya kepemimpinan (p. 27). Apa yang bisa dikatakan adalah bahwa pemimpin bisa efektif ke dalam situasi tertentu dan tidak efektif pada situasi yang lain. Usaha untuk meningkatkan efektifitas organisasi atau kelompok harus dimulai dari belajar, tidak hanya bagaimana melatih pemimpin secara efektif, tetapi juga membangun lingkungan organisasi dimana seorang pemimpin bisa bekerja dengan baik.

Tipe Dan Gaya Kepemimpinan Organisasi

Lebih lanjut menurut Prasetyo (p.28), gaya kepemimpinan adalah cara yang digunakan dalam proses kepemimpinan yang diimplementasikan dalam perilaku kepemimpinan seseorang untuk mempengaruhi orang lain untuk bertindak sesuai dengan apa yang dia inginkan. Selain itu menurut Flippo (1987), gaya kepemimpinan juga dapat didefinisikan sebagai pola tingkah laku yang dirancang untuk mengintegrasikan tujuan organisasi dengan tujuan individu untuk mencapai suatu tujuan tertentu (p. 394).

Menurut University of Iowa Studies yang dikutip Robbins dan Coulter (2002), Lewin menyimpulkan ada tiga gaya kepemimpinan; gaya kepemimpinan autokratis, gaya kepemimpinan demokratis, gaya kepemimpinan Laissez-Faire (Kendali Bebas) (p. 406)

Gaya Kepemimpinan Autokratis
Menurut Rivai (2003), kepemimpinan autokratis adalah gaya kepemimpinan yang menggunakan metode pendekatan kekuasaan dalam mencapai keputusan dan pengembangan strukturnya, sehingga kekuasaanlah yang paling diuntungkan dalam organisasi (p. 61).

Robbins dan Coulter (2002) menyatakan gaya kepemimpinan autokratis mendeskripsikan pemimpin yang cenderung memusatkan kekuasaan kepada dirinya sendiri, mendikte bagaimana tugas harus diselesaikan, membuat keputusan secara sepihak, dan meminimalisasi partisipasi karyawan (p. 460).

Lebih lanjut Sukanto (1987) menyebutkan ciri-ciri gaya kepemimpinan autokratis (pp. 196-198):
1. Semua kebijakan ditentukan oleh pemimpin.
2. Teknik dan langkah-langkah kegiatannya didikte oleh atasan setiap waktu, sehingga langkah-langkah yang akan datang selalu tidak pasti untuk tingkatan yang luas.
3. Pemimpin biasanya membagi tugas kerja bagian dan kerjasama setiap anggota.

Sedangkan menurut Handoko dan Reksohadiprodjo (1997), ciri-ciri gaya kepemimpinan autokratis (p. 304):
1. Pemimpin kurang memperhatikan kebutuhan bawahan.
2. Komunikasi hanya satu arah yaitu kebawah saja.
3. Pemimpin cenderung menjadi pribadi dalam pujian dan kecamannya terhadap kerja setiap anggota.
4. Pemimpin mengambil jarak dari partisipasi kelompok aktif kecuali bila menunjukan keahliannya

Gaya kepemimpinan Demokratis / Partisipatif
Kepemimpinan demokratis ditandai dengan adanya suatu struktur yang pengembangannya menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif. Dibawah kepemimpinan demokratis bawahan cenderung bermoral tinggi, dapat bekerja sama, mengutamakan mutu kerja dan dapat mengarahkan diri sendiri (Rivai, 2006, p. 61).

Menurut Robbins dan Coulter (2002), gaya kepemimpinan demokratis mendeskripsikan pemimpin yang cenderung mengikutsertakan karyawan dalam pengambilan keputusan, mendelegasikan kekuasaan, mendorong partisipasi karyawan dalam menentukan bagaimana metode kerja dan tujuan yang ingin dicapai, dan memandang umpan balik sebagai suatu kesempatan untuk melatih karyawan(p. 460). Jerris (1999) menyatakan bahwa gaya kepemimpinan yang menghargai kemampuan karyawan untuk mendistribusikan knowledge dan kreativitas untuk meningkatkan servis, mengembangkan usaha, dan menghasilkan banyak keuntungan dapat menjadi motivator bagi karyawan dalam bekerja (p.203).

Ciri-ciri gaya kepemimpinan demokratis (Sukanto, 1987, pp. 196-198) :
1. Semua kebijaksanaan terjadi pada kelompok diskusi dan keputusan diambil dengan dorongan dan bantuan dari pemimpin.
2. Kegiatan-kegiatan didiskusikan, langkah-langkah umum untuk tujuan kelompok dibuat, dan jika dibutuhkan petunjuk-petunjuk teknis pemimpin menyarankan dua atau lebih alternatif prosedur yang dapat dipilih.
3. Para anggota bebas bekerja dengan siapa saja yang mereka pilih dan pembagian tugas ditentukan oleh kelompok. 

Lebih lanjut ciri-ciri gaya kepemimpinan demokratis (Handoko dan Reksohadiprodjo, 1997, p. 304) :
1. Lebih memperhatikan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi.
2. Menekankan dua hal yaitu bawahan dan tugas.
3. Pemimpin adalah obyektif atau fact-minded dalam pujian dan kecamannya dan mencoba menjadi seorang anggota kelompok biasa dalam jiwa dan semangat tanpa melakukan banyak pekerjaan.

Gaya Kepemimpinan Laissez-faire (Kendali Bebas)
Gaya kepemimpinan kendali bebas mendeskripsikan pemimpin yang secara keseluruhan memberikan karyawannya atau kelompok kebebasan dalam pembuatan keputusan dan menyelesaikan pekerjaan menurut cara yang menurut karyawannya paling sesuai (Robbins dan Coulter, 2002, p. 460).

Menurut Sukanto (1987) ciri-ciri gaya kepemimpinan kendali bebas (pp.196-198) :
1. Kebebasan penuh bagi keputusan kelompok atau individu dengan partisipasi minimal dari pemimpin.
2. Bahan-bahan yang bermacam-macam disediakan oleh pemimpin yang membuat orang selalu siap bila dia akan memberi informasi pada saat ditanya.
3. Sama sekali tidak ada partisipasi dari pemimpin dalam penentuan tugas.
4. Kadang-kadang memberi komentar spontan terhadap kegiatan anggota atau pertanyaan dan tidak bermaksud menilai atau mengatur suatu kejadian.

Ciri-ciri gaya kepemimpinan kendali bebas (Handoko dan Reksohadiprodjo, 1997, p. 304):
1. Pemimpin membiarkan bawahannya untuk mengatur dirinya sendiri.
2. Pemimpin hanya menentukan kebijaksanaan dan tujuan umum.
3. Bawahan dapat mengambil keputusan yang relevan untuk mencapai tujuan dalam segala hal yang mereka anggap cocok.


sumber Add to Cart View detail

Ciri-ciri Pemimpin dan Kepemimpinan

Ciri-ciri Pemimpin dan Kepemimpinan


- Pengetahuan umum yang luas, semakin tinggi kedudukan seseorang dalam hirarki kepemimpinan organisasi, ia semakin dituntut untuk mampu berpikir dan bertindak secara generalis.

- Kemampuan Bertumbuh dan Berkembang

- Sikap yang Inkuisitif atau rasa ingin tahu, merupakan suatu sikap yang mencerminkan dua hal: pertama, tidak merasa puas dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki; kedua, kemauan dan keinginan untuk mencari dan menemukan hal-hal baru.

- Kemampuan Analitik, efektifitas kepemimpinan seseorang tidak lagi pada kemampuannya melaksanakan kegiatan yang bersifat teknis operasional, melainkan pada kemampuannya untuk berpikir. Cara dan kemampuan berpikir yang diperlukan dalah yang integralistik, strategik dan berorientasi pada pemecahan masalah.

- Daya Ingat yang Kuat, pemimpin harus mempunyai kemampuan inteletual yang berada di atas kemampuan rata-rata orang-orang yang dipimpinnya, salah satu bentuk kemampuan intelektual adalah daya ingat yang kuat.

- Kapasitas Integratif, pemimpin harus menjadi seorang integrator dan memiliki pandangan holistik mengenai orgainasi.

- Keterampilan Berkomunikasi secara Efektif, fungsi komunikasi dalam organisasi antara lain : fungsi motivasi, fungsi ekspresi emosi, fungsi penyampaian informasi dan fungsi pengawasan.

- Keterampilan Mendidik, memiliki kemampuan menggunakan kesempatan untuk meningkatkan kemampuan bawahan, mengubah sikap dan perilakunya dan meningkatkan dedikasinya kepada organisasi.

- Rasionalitas, semakin tinggi kedudukan manajerial seseorang semakin besar pula tuntutan kepadanya untuk membuktikan kemampuannya untuk berpikir. Hasil pemikiran itu akan terasa dampaknya tidak hanya dalam organisasi, akan tetapi juga dalam hubungan organisasi dengan pihak-pihak yang berkepentingan di luar organisasi tersebut.

- Objektivitas, pemimpin diharapkan dan bahkan dituntut berperan sebagai bapak dan penasehat bagi para bawahannya. Salah satu kunci keberhasilan seorang pemimpin dalam mengemudikan organisasi terletak pada kemampuannya bertindak secara objektif.

- Pragmatisme, dalam kehidupan organisasional, sikap yang pragmatis biasanya terwujud dalam bentuk sebagai berikut : pertama, kemampuan menentukan tujuan dan sasaran yang berada dalam jangkauan kemampuan untuk mencapainya yang berarti menetapkan tujuan dan sasaran yang realistik tanpa melupakan idealisme. Kedua, menerima kenyataan apabila dalam perjalanan hidup tidak selalu meraih hasil yang diharapkan.

- Kemampuan Menentukan Prioritas, biasanya yang menjadi titik tolak strategik organisasional adalah “SWOT”.

- Kemampuan Membedakan hal yang Urgen dan yang Penting

- Naluri yang Tepat, kekampuannya untuk memilih waktu yang tepat untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu.

- Rasa Kohesi yang tinggi, :senasib sepenanggungan”, keterikan satu sama lain.

- Rasa Relevansi yang tinggi, pemimpin tersebut mampu berpikir dan bertindak sehingga hal-hal yang dikerjakannya mempunyai relevansi tinggi dan langsung dengan usaha pencapaian tujuan dan berbagai sasaran organisasi.

- Keteladanan,s seseorang yang dinilai pantas dijadikan sebagai panutan dan teladan dalam sikap, tindak-tanduk dan perilaku.

- Menjadi Pendengar yang Baik

- Adaptabilitas, kepemimpinan selalu bersifat situasional, kondisonal, temporal dan spatial.

- Fleksibilitas, mampu melakukan perubahan dalam cara berpikir, cara bertindak, sikap dan perilaku agar sesuai dengan tuntutan situasi dan kondisi tertentu yang dihadapi tanpa mengorbankan prinsip-prinsip hidup yang dianut oleh seseorang.

- Ketegasan
- Keberanian
- Orientasi Masa Depan
- Sikap yang Antisipatif dan Proaktif

sumber
Add to Cart View detail
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SUDUT PARAREL - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger